Senin, Maret 30, 2026

Di London, Massa Free West Papua Serukan “Freedom for West Papua” Saat Prabowo Berkunjung

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM — Aktivis dari Free West Papua Campaign, organisasi internasional yang mengadvokasi hak asasi dan penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Papua, kembali menggelar aksi protes di pusat kota London pada (21/1). Aksi ini berlangsung di luar kantor pemerintahan dekat 10 Downing Street, bertepatan dengan kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh pimpinan gerakan, Benny Wenda, yang juga dikenal sebagai tokoh Free West Papua, para aktivis mengecam sambutan resmi yang diterima oleh Prabowo Subianto di Inggris. Pernyataan itu menyebut Prabowo sebagai “kriminal perang” dan menanggung tanggung jawab atas dugaan kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua, serta menuntut agar pemerintah Inggris menolak kunjungan jika ingin menghormati hak asasi manusia.

BACA JUGA :   Mick Jagger, Legenda Rock yang Pernah Nikah di Bali

Aksi ini juga menyoroti situasi hak asasi di Papua yang menurut kampanye tersebut masih menghadapi pelanggaran serius. Dalam pernyataannya, Free West Papua Campaign menuntut agar Indonesia membuka akses penuh kepada wartawan dan UN High Commissioner for Human Rights untuk melakukan pemantauan independen atas kondisi di lapangan.

Kelompok ini telah lama terlibat dalam upaya penggalangan dukungan internasional bagi kemerdekaan atau otonomi lebih besar Papua. Free West Papua Campaign berkembang sebagai gerakan pro-Papua yang bermarkas di beberapa kota seperti Oxford, Den Haag, dan Port Moresby, mengadvokasi isu hak asasi dan penentuan nasib sendiri masyarakat Papua di berbagai forum internasional.

BACA JUGA :   Kenapa China Selalu Sigap Hadapi Banjir? Ini 7 Strateginya

Meskipun gerakan ini kini beroperasi di luar Indonesia, kampanye tersebut terus menarik perhatian global melalui aksi damai, protes publik, serta penyebaran informasi melalui situs resmi dan akun media sosial seperti Instagram @freewestpapua.nl, yang sering membagikan video, pernyataan, dan rekaman kegiatan mereka.

Isu ini tetap kontroversial karena berkaitan dengan konflik berkepanjangan di Papua yang juga melibatkan sejarah dan politik yang kompleks sejak masa Act of Free Choice 1969. Sebagian masyarakat internasional terus mendorong dialog dan pemantauan hak asasi di wilayah tersebut.

BACA JUGA :   Demo Iran Kian Brutal, Ratusan Tewas, Kota Jadi Medan Amarah
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Darah Garuda Tumpah di Lebanon: Menlu Sugiono Desak Investigasi Total Atas Serangan Brutal Itu

INTERAKINDO.COM – Pemerintah Republik Indonesia resmi memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img