Jumat, Juni 5, 2026

Derita Sumatera Belum Usai: 316 Korban Tewas & Ratusan Hilang

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memasuki fase paling berat. Hingga Minggu (30/11/2025), BNPB mencatat 316 orang meninggal dunia dan 289 lainnya masih hilang usai hujan ekstrem menghantam wilayah ini selama beberapa hari terakhir.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut situasi di lapangan terus berubah karena banyak wilayah masih terisolasi dan akses jalan terputus.

Potret udara menunjukkan kawasan permukiman di Aceh Utara yang terendam banjir luas akibat hujan ekstrem dan dampak Siklon Senyar. Ribuan rumah tampak tergenang hingga mencapai setengah bangunan. Foto: Instagram/@HeriSaputra

Dampaknya Meluas, Ratusan Ribu Warga Terdampak

Banjir dan longsor membuat ribuan rumah rusak, dari ringan sampai berat. Ratusan ribu warga kini terdampak, sebagian besar terpaksa mengungsi ke titik aman.

BACA JUGA :   Lewat Musik, Depok for Sumatra Himpun Donasi untuk Korban Bencana

Beberapa daerah seperti Aceh Utara, Tapanuli, hingga Agam jadi wilayah paling parah karena air naik cepat dan merendam seluruh pemukiman.

Akses internet di sejumlah lokasi juga sempat padam, bikin proses evakuasi dan distribusi logistik makin rumit.

 

BMKG: Penyebab Utama adalah Siklon Senyar

BMKG menjelaskan hujan ekstrem ini dipicu oleh Siklon Senyar yang membentuk awan hujan raksasa dan angin kencang selama beberapa hari.

BACA JUGA :   Viral Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Sumatera, Kemenhut: Sedang Kami Telusuri

Dampaknya Sungai-sungai meluap, tanggul jebol, dan lereng yang rapuh langsung longsor.

Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11). Foto: Antara

Lingkungan Rusak Jadi Faktor Pemburuk

Walhi menilai bencana ini semakin parah karena kerusakan lingkungan. Mulai dari industri ekstraktif, deforestasi, sampai minimnya area serapan air.

Peneliti BRIN, Fakhrudin, juga menyebut pembangunan yang tidak terkendali membuat kondisi sungai di banyak daerah makin buruk, dangkal, sempit, dan berubah bentuk. Akibatnya, air hujan tak punya ruang lagi buat mengalir.

BACA JUGA :   Banjir Aceh Utara Meluas: 19 Kecamatan Terendam, 44 Ribu Warga Mengungsi

Evakuasi Masih Berjalan, Cuaca Belum Stabil

Tim SAR gabungan masih menyisir wilayah banjir dan longsor. Beberapa lokasi hanya bisa dijangkau lewat jalur air karena jembatan putus dan jalan tertutup lumpur.

BNPB mengingatkan warga tetap waspada karena hujan intensitas sedang tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Badai Suku Bunga ‘Higher for Longer’ Mengancam Negara Berkembang, OJK Klaim Indonesia Tetap Tangguh

INTERAKINDO.COM – Meski perekonomian global saat ini tengah dihantam badai ketidakpastian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa stabilitas sektor...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img