Jumat, September 22, 2023

Sungai Ciliwung yang Menyeramkan Berubah Jadi Tempat Bermain di Musim Kemarau

Must Read

BOGOR, interakindo.com — Jangan berpikir debit air Sungai Ciliwung selalu penuh dan menyeramkan saat musim hujan. Di musim panas, debit air Ciliwung bahkan bisa mencapai 0 cm.

Itulah yang terjadi saat ini. Debit air Sungai Ciliwung menyusut hingga menyentuh angka 0 cm di Bendung Katulampa Bogor. Anak-anak memanfaatkan kondisi Ciliwung yang mengering untuk bermain layang-layang.

Pantauan detik.com di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor pada Minggu (30/7) sore, aliran Sungai Ciliwung nampak mengering. Barisan batu-batu besar di tengah aliran sungai terlihat jelas. Aliran sungai yang mengering membuat warga dengan santai berjalan di tengah dasar aliran sungai.

BACA JUGA :   KBRI Washington Dorong Mahasiswa Ambil Studi Kesehatan Publik di AS

Kondisi Ciliwung yang mengering juga dimanfaatkan warga untuk memancing ikan di kubangan yang masih tersisa. Ciliwung yang mengering juga dimanfaatkan sejumlah orang tua jadi tempat mengasuh balitanya.

BACA JUGA :   Mau Berkurban Sapi atau Kambing, Cek Dulu Daftar Harganya

Warga menyebut debit air Sungai Ciliwung mengering sekitar sebulan yang lalu. Curah hujan yang rendah membuat debit sungai terus menyusut.

“Sudah lama juga, sudah hampir sebulan lebih kondisinya begini. Karena jarang hujan ini jadi gini. Kadang ada hujan tapi kan nggak banyak, jadi airnya tetep aja nggak nambah tinggi ya kering aja begini,” kata Wawan ditemui di Sungai Ciliwung.

BACA JUGA :   Mau Berkurban Sapi atau Kambing, Cek Dulu Daftar Harganya

“Tapi memang setiap tahun begini, kalau lagi kemarau ya memang kering gini. Tapi kalau lagi musim hujan, banjir ya serem kelihatannya,” tambahnya.

BACA JUGA :   Pusat Budaya Pagerageung Diresmikan Gubernur Jabar, Diharapkan Bisa Lestarikan Budaya Tasikmalaya

Wawan menyebut setiap sore hari banyak anak kecil bermain di tengah dasar Sungai Ciliwung yang mengering. Mulai dari bermain layangan hingga memancing.

“Cuma kalau buat anak kecil mah senang, jadi ada tempat main. Pada main layangan, yang anak perempuan pada main masak-masakan. Jadi pada kesenangan main di sini,” kata Wawan.***

BACA JUGA :   Pengidap HIV AIDS di Kota Bandung Didominasi Usia Produktif
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Kejar Gelar Keempat, Petinju Muslim Badou Jack Lowongkan Gelar Kelas Penjelajah WBC

JAKARTA, interakindo.com -- SETELAH merebut 3 sabuk gelar di kelas berbeda, petinju muslim Badou Jack asal Swedia, masih menginginkan...
BACA JUGA :   Produsen Gula Terbesar di Timteng Siap Berinvestasi Senilai Rp28 Triliun

Rutinitas Perawatan Minimalis: Menyederhanakan Perawatan Tubuh, Wajah, dan Rambut Anda

- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img