Rabu, Agustus 26, 2026

Horeee! Tol Caringin-Puncak Disiapkan Pemerintah untuk Kurangi Kemacetan

Must Read

JAKARTA, interakindo.com — Kemacetan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, sudah sangat dikeluhkan warga sekitar karena aktivitas mereka sangat terganggu, bahkan ada yang sampai melahirkan bayi di jalan.

Karena itu, pemerintah pusat berencana membangun ruas tol untuk mengurai dan mengurangi kemacetan yang tak kunjung menemukan solusi. Pembangunan ruas tol itu sekaligus membuat rencana pembuatan jalur alternative Puncak II akan tertunda.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, mengatakan ada tiga usulan yang ditawarkan Bina Marga. Pertama melakukan pelebaran jalan, akan tetapi terkendala dengan harga lahan yang makin mahal.

Kedua, penataan simpang karena dari hasil penilaian ada empat atau lima titik kemacetan di jalur menuju Puncak.

Ketiga adalah pembangunan jalan bebas hambatan (jalan to) dari Caringin menuju puncak. Dengan total panjang 18 km yang melewati Caringin Bogor – Cisarua – Gunung Mas. Dimana menurut Hedy cara ketiga yang paling memungkinkan.

BACA JUGA :   Drama Gol Menit Akhir Selamatkan Qatar Dari Kekalahan

“Solusi terakhir ini yang dianggap memungkinkan,” kata Hedy, dalam keterangan dikutip dari cnbcindonesia.com, Senin (13/6).

Dalam pengusahaan jalan tol ada dua skema yang bisa dijalankan mulai dari jalur solicited nantinya masuk ke dalam rencana kerja Kementerian, lalu diadakan proses pra feasibility study, kemudian feasibility study, Amdal, tanah dan lainnya.

Sedangkan cara kedua yakni dengan jalur prakarsa atau diinisiasi oleh swasta, dimana menurut Hedy itu bisa lebih cepat.

Anggota Komisi IV DPR RI, Mulyadi menjelaskan usulan pembangunan tol ini memang sudah ditawarkan sebelumnya kepada pemerintah. Selain pembangunan underpass atau flyover pada beberapa simpang, perluasan jalan, hingga jangka panjang dengan pembangunan jalur alternatif Puncak II.

BACA JUGA :   Ayah Tiri di OKU Selatan Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak 11 Tahun

Mulyadi menjelaskan nantinya jalan tol Caringin – Cisarua atau Puncak ini akan tersambung dengan tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi). Adapun feasibility study-nya sudah dapat dilaksanakan pada tahun ini.

“Jadi exit tol Bocimi itu ada di Caringin dan Cigombong, jika dibuka peta maka kalau ditarik garis ke Cisarua itu motong banyak. Makanya kenapa gak dipotong kesitu,” jelasnya.

“Kalau melingkar lagi itu akan jauh misalnya, muter dulu sampai ke Gadok, Cipayung, Sukabumi baru ke Puncak, orang ketawa pasti mana mahal juga jauh,” tambahnya.

BACA JUGA :   Jeritan Hati Siswi Desa Nyofifi yang Terobos Sungai Berarus Deras Demi Sekolah, Langsung Dijawab Gubernur Sherly Tjoanda

Sementara itu solusi lain yakni pembangunan Jalur Alternatif Puncak II atau Poros Tengah Timur diperkirakan masih belum akan terbangun. Melihat anggaran yang dibutuhkan cukup besar mencapai Rp 1,2 triliun.

Menurut Mulyadi penuhnya akses jalan menuju puncak saat ini sudah sangat dikeluhkan oleh warga sekitar Puncak. Terlebih banyak aktivitas yang terhambat karena kemacetan.

“Yang teriak tersiksa itu sebenarnya bukan wisatawan tapi masyarakat sekitar rakyat Bogor asli. Apalagi anomali Jumat Sabtu Minggu. Namun Kabupaten Bogor gak ada uang mau tidak mau harus intervensi pusat dari sumber APBN dan Prakarsa,” kata politisi Gerindra Dapil Jawa Barat ini.

Dia mencontohkan banyak anak sekolah yang tersiksa, hingga warga yang harus melahirkan di jalan karena kemacetan.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Duel Perebutan Gelar IBF, Ujian Terberat Moses Itauma Menghadapi Filip Hrgovic

INTERAKINDO.COM - Moses Itauma bakal mengukuhkan statusnya sebagai ikon olahraga yang melampaui dunia tinju jika ia berhasil menuntaskan langkah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img