Jumat, Juli 17, 2026

Ketua DPD RI: Kecakapan Literasi Digital Salah Satu Solusi Kebutuhan Pencari Kerja

Must Read

JAKARTA, interakindo.com — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai, kecakapan literasi digital sebagai solusi menjawab angka pencari kerja sangat dibutuhkan saat ini.

Menurut LaNyalla, literasi digital akan membuka kesempatan kepada generasi milenial yang rata-rata angkatan kerja untuk membuka peluang usaha.

“Dengan literasi digital yang baik, saya optimistis generasi milenial akan mampu menangkap peluang usaha. Dengan begitu, angka pencari kerja yang cukup tinggi dapat ditekan,” tutur LaNyalla, Selasa (26/10).

LaNyalla melanjutkan, salah satu yang menjadi fokus pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) milenial adalah penyerapan tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada dunia usaha dan dunia industri.

BACA JUGA :   LaNyalla: Pemerintah Harus Bantu UMKM untuk Berinovasi

“Namun, pergeseran paradigma Era Society 5.0, selain bekerja di industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, setiap orang dituntut memiliki kemampuan wirausaha,” tutur LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, Era Society 5.0 menjadikan peluang-peluang usaha lebih besar melalui pemanfaatan penggunaan artificial intelligence.

Pada titik itu, kecerdasan literasi digital menjadi penting untuk dikuasai oleh generasi milenial untuk memanfaatkan peluang tersebut.

BACA JUGA :   Tutup Turnamen Golf Kadin, Ketua DPD RI Ingin Filosofi Golf Ditanamkan ke Anak-Anak

“Generasi milenial perlu beradaptasi dengan kecerdasan literasi digital agar dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak,” katanya.

Saat ini, kataLaNyalla, tak lagi dapat dihindari jika teknologi merupakan ruang bagi generasi milenial yang dapat dijadikan salah satu pilihan untuk berkreasi pada bidang entrepreneurship.

“Pemanfaatan ini akan menekan persaingan ketat dalam memilih jenis pekerjaan dan lebih menguntungkan,” ujar dia.

Dikatakannya, generasi milenial, terlebih anak-anak setingkat SMK atau SMA perlu mempersiapkan diri menghadapi Era Society 5.0 dengan mengakselerasi literasi digital yang meliputi digital ethics, digital culture, digital skills dan digital safety.

BACA JUGA :   Indonesia Kekurangan 30 Ribu Dokter Spesialis, Perlu Pendidikan Kedokteran Collegium Based

“Penguasaan ini penting, karena literasi digital bukan hanya bermanfaat untuk membuka peluang bisnis, tetapi juga dapat membantu mempermudah arus informasi yang diperlukan dalam pendidikan, baik tingkat sekolah ataupun tingkat kuliah,” ucapnya.

LaNyalla yakin jika kecakapan digital ini diseriusi, maka akan dapat melahirkan profesional-profesional muda, pebisnis dan profesi lainnya, sehingga dapat menekan angka pencari kerja.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

PSEL Palembang Siap Beroperasi Oktober, Wapres Titip Pesan Soal Armada Sampah

PALEMBANG, INTERAKINDO – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Pabrik...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img