PALEMBANG, INTERAKINDO – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Pabrik Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kertapati, Palembang, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional PSEL yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Wapres didampingi Herman Deru dan Penjabat Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau ruang monitor serta berbagai fasilitas pengolahan sampah di pabrik tersebut.
PSEL Kertapati dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik berkapasitas sekitar 20 megawatt. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi ramah lingkungan di Kota Palembang.
Di sela-sela peninjauan, terjadi dialog antara Wapres Gibran dan Gubernur Herman Deru mengenai operasional pabrik. Wapres menanyakan jumlah armada truk pengangkut sampah yang akan melayani PSEL setiap harinya.
Menjawab pertanyaan tersebut, Herman Deru menjelaskan sekitar 300 armada truk sampah akan keluar masuk kawasan PSEL setiap hari untuk memasok bahan baku sampah.
Mendengar penjelasan itu, Wapres Gibran langsung menitipkan pesan kepada Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang agar menyiapkan solusi terbaik dalam pengaturan lalu lintas armada pengangkut sampah.
Menurut Wapres, pengelolaan operasional harus memperhatikan kenyamanan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur distribusi menuju PSEL. Ia meminta agar jumlah dan pola pergerakan armada dapat diatur secara optimal sehingga tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu aktivitas warga di kawasan permukiman.
Dengan kesiapan fasilitas yang terus dimatangkan, PSEL Kertapati diharapkan dapat segera beroperasi sesuai target pada Oktober mendatang dan menjadi salah satu proyek strategis dalam pengelolaan sampah modern serta pemanfaatannya menjadi energi listrik di Sumatera Selatan. (ril)



