Kamis, Juli 18, 2024

LaNyalla Ikuti Acara Muludan di Kesultanan Kanoman Cirebon

Must Read

CIREBON, INTERAKINDO.COM — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan) di Kasultanan Kanoman Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/10) malam. Di Kasultanan Kanoman, acara puncak Muludan disebut dengan malam Pelal Ageng atau Panjang Jimat.

Kehadiran LaNyalla di Pendopo Jinem Kasultanan, disambut langsung oleh Sultan Kanoman XII Kanjeng Gusti Sultan Raja Mohammad Emirudin dan adik kandungnya Hj. Ratu Raja Arimbi Nurtina, S.T.

Sebagai penghormatan, LaNyalla dan senator asal Jawa Barat, Eni Sumarni, disematkan pin Kasultanan Kanoman oleh Ratu Raja Arimbi mewakili Sultan Kanoman XII.

LaNyalla juga didampingi Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir. Turut hadir juga Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor.

BACA JUGA :   Masyarakat Bekasi Sambut Antusias Pendirian Dian Ekawati Center dan BLK

Menurut LaNyalla, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai cara umat muslim agar selalu ingat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengingat Muhammad SAW, kemudian umat muslim akan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal itu menjadi spirit kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kita harus mencontoh sifat Nabi Muhammad SAW yang pasti membuat kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif yang tidak sesuai ajaran agama dan aturan pemerintah,” kata LaNyalla.

Mengenai tradisi Panjang Jimat, LaNyalla berharap tradisi tersebut dipertahankan dan dilestarikan.

BACA JUGA :   Lut Alfia Nur Nadia, Srikandi Cantik PLN Bogor, Siaga 24 Jam Bantu Masyarakat

“Tradisi Panjang Jimat sebagai ritual yang sakral harus diuri-uri supaya lestari. Sebagai warisan nilai luhur yang penuh makna agamis,” ujarnya.

Pelal Ageng Panjang Jimat dibuka dengan doa tawassul di Pendopo Jinem. Kemudian ada sembah bakti dari Patih Kesultanan Kanoman Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran kepada Sultan Kanoman XII sebagai maksud untuk meminta restu memulai jalannya acara.

Setelah memakai jubah Rasul, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran memimpin arak-arakan atau pawai yang diikuti LaNyalla, kerabat keraton hingga para abdi dalem. Pawai digelar dari langgar alit menuju Masjid Agung Keraton Kanoman.

Sholawat Nabi selalu dikumandangkan dalam mengiringi pawai. Para abdi dalem terlihat membawa ‘nasi jimat’. Di dalam masjid dilakukan prosesi pembacaan Maulid Barzanji oleh Penghulu Kesultanan Kanoman.

BACA JUGA :   LaNyalla: Pelaku UMKM Harus Melek Dunia Digital

Panjang Jimat, menurut Ratu Arimbi, pada dasarnya mengacu pada ‘nasi jimat’, Ini adalah nasi spesial, karena dikupas satu persatu dari gabah menjadi beras sambil melantunkan shalawat Nabi SAW.

Setelah menjadi beras kemudian dicuci atau dipususi di Sumur Bandung, dengan tetap melantunkan shalawat. Proses mengupas gabah dan mengolahnya menjadi ‘nasi jimat’ dilakukan abdi dalem perempuan yang suci dengan menjaga wudhu.

Panjang Jimat juga memberi makna bahwa malam itu sebagai malam keutamaan dan agung, malam yang bersejarah, malam di mana dilahirkannya manusia suci yang bisa memberi syafa’at kepada umat muslim.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Pj Wako Prabumulih Kurban Satu Ekor Sapi di Desa Pangkul

SHOLAT IED : Pj Wako Prabumulih, H Elman ST MM melaksanakan sholat Ied di Masjid Al Muhajirin 1 Desa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img