PALEMBANG, INTERAKINDO — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan secara signifikan kekuatan personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya pantauan titik panas di wilayah Sumsel.
Dari sebelumnya sebanyak 548 personel, kini Polda Sumsel menyiagakan 1.000 personel yang akan ditempatkan secara penuh di 20 posko siaga pada lima satuan wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat terhadap hasil pemantauan data satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui aplikasi Stop Karhutla, yang pada Jumat (4/9/2026) mendeteksi sebanyak 648 titik panas di wilayah Sumatera Selatan.
Selain memperkuat personel, Polda Sumsel juga mengerahkan sejumlah armada dan kendaraan taktis untuk mempercepat penanganan di lapangan. Armada taktis perairan milik Ditpolairud serta kendaraan roda dua taktis Brimob dan Samapta disiapkan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, termasuk kawasan dengan kontur gambut dan wilayah terisolir.
Petugas juga mempercepat proses verifikasi faktual atau ground check selama 24 jam. Setiap titik panas yang terdeteksi akan segera diverifikasi untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran di lapangan.
Jika ditemukan api, petugas diarahkan melakukan pemadaman basah sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas.
“Kami menyikapi perkembangan dinamika cuaca dan pantauan titik panas dengan langkah cepat. Jumlah perkuatan yang awalnya 548 personel kini menjadi 1.000 personel,” tegas Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si.
Menurutnya, ribuan personel tersebut disebar ke sejumlah posko untuk mempercepat respons terhadap setiap potensi karhutla.
“Kekuatan ini kami sebar untuk mempercepat pemadaman dini di setiap posko, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Polda Sumsel berkomitmen penuh mendukung agenda strategis pemerintah dalam penanggulangan karhutla dan menjaga stabilitas kamtibmas,” katanya.
Dengan penambahan kekuatan personel dan dukungan kendaraan taktis tersebut, Polda Sumsel menargetkan potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran besar yang berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (ril)



