INTERAKINDO.COM – Harlem Eubank harus terjatuh tiga kali dalam kekalahan yang mendebarkan melawan David Papot di Copper Box, London, pada Sabtu (18/7) malam waktu setempat.
Eubank sempat terjatuh pada ronde kedua dalam duel perebutan gelar kelas welter IBF International, namun ia berhasil bangkit dan membalas dengan menjatuhkan lawannya pada ronde 7.
Sayangnya, ia kembali diempaskan dua kali ke kanvas pada ronde 10 yang dramatis, sebelum petinju asal Prancis, David Papot, memastikan kemenangan angka mutlak.
Harlem—yang merupakan keponakan dari mantan juara dunia legendaris Chris Eubank Sr—memasuki ring sebagai underdog. Ia menunjukkan ketahanan dan semangat juang tinggi yang menjadi ciri khas keluarganya, namun pada akhirnya ia kalah kelas oleh lawan yang tampil lebih superior.
Papot kini kemungkinan besar akan mengincar balas dendam atas satu-satunya kekalahan profesional yang ia derita dari Liam Paro asal Australia.
Harapan yang Pupus
Harapan Eubank langsung mendapat pukulan telak pada ronde 2 saat ia dijatuhkan melalui hook kiri tajam Papot. Pukulan tangan kanan Eubank yang meleset langsung dihukum oleh hantaman keras Papot yang membuatnya berlutut di kanvas, sebelum akhirnya ia berhasil bertahan di 15 detik terakhir ronde tersebut.
Papot terus mendominasi jalannya laga pada ronde 3, di mana Eubank mulai mengalami luka robek di atas mata kanannya. Petinju Prancis berusia 35 tahun itu terus menunjukkan performa impresif pada ronde-ronde berikutnya.
Frustrasi Eubank mulai terlihat jelas pada ronde 5 ketika ia mendapat peringatan dari wasit karena melakukan pelanggaran grappling (memeluk lawan)—dan masalahnya kian bertambah karena ia berulang kali terpeleset di atas kanvas.
Namun, ia berhasil membalikkan keadaan pada ronde 6, yang bisa dibilang menjadi ronde pertama yang berhasil ia menangkan dalam pertarungan ini, sebelum akhirnya menjatuhkan lawan secara menakjubkan pada ronde 7.
Eubank mendaratkan pukulan hook kiri telak yang sukses menjatuhkan Papot ke lantai. Petinju berusia 35 tahun itu pun harus berjuang ekstra keras demi bertahan di satu menit terakhir ronde tersebut saat Eubank terus memburunya untuk menyudahi pertarungan.
Eubank terus menekan, namun ia kembali mendapat luka robek baru di pipi kirinya saat menghadapi lawan dengan gaya kidal tersebut pada ronde 9. Situasi justru semakin memburuk bagi petinju tuan rumah di ronde 10 yang dramatis.
Saat Eubank mencoba melangkah maju, Papot yang cerdik melepaskan hook kiri keras lainnya yang menjatuhkan Eubank untuk kedua kalinya dalam duel ini—dan ia kembali roboh untuk ketiga kalinya setelah menerima kombinasi pukulan bertubi-tubi di akhir ronde.
Eubank berhasil bertahan di 50 detik terakhir ronde 10, namun ia memasuki dua ronde terakhir dengan kondisi wajib mencetak KO jika ingin menang.
Petinju asal Brighton tersebut bertarung dengan gagah berani, namun pada akhirnya ia kalah kelas oleh Papot yang secara layak diberikan kemenangan oleh ketiga juri.
Petinju Prancis itu pulang dengan keunggulan skor 115-109, 115-110, dan 113-111. Hasil ini membuatnya baru mencatatkan satu kekalahan dari 33 pertarungan profesional, sementara Eubank harus menelan kekalahan untuk kedua kalinya dalam karier setelah kekalahan malang dari Jack Catterall pada musim panas lalu.***



