Senin, Juni 22, 2026

Pekerja SoFi Stadium Tewas Tragis, Donorkan Bagian-bagian Tubuh untuk Selamatkan Nyawa Orang Lain

Must Read

INTERAKINDO.COM – Seorang pekerja Piala Dunia 2026 yang baru berusia 22 tahun dilaporkan tewas secara tragis pasca-pertandingan imbang 2-2 antara Iran melawan Selandia Baru pada 15 Juni lalu.

Insiden mengerikan ini terjadi saat pemuda tersebut sedang berjalan kaki menuju rumahnya, tepat di hari kedua ia bekerja di tempat barunya, Stadion SoFi di Los Angeles, California.

Detail kejadian, pernyataan emosional dari pihak keluarga, serta tindakan terakhir Aaron Avery sebelum tragedi tersebut kini mulai terungkap. Petugas keamanan muda itu sempat dilarikan ke rumah sakit larut malam sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir sepekan kemudian.

Pihak keluarga yang merasa “terpukul” kini tengah menggalang dana melalui laman GoFundMe untuk membantu biaya pemakaman dan perawatan terakhir, seiring kepergian Avery yang meninggalkan warisan nyata dari kebaikan hatinya.

Keluarga mengungkapkan bahwa Avery (22 tahun) ditabrak hingga tewas sekitar pukul 22.30 waktu setempat pada hari Senin (15/6) di dekat Van Ness Avenue oleh pengemudi yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

BACA JUGA :   Pertamina Mengajar, Ini Tujuan Field Ramba?

“Ini adalah momen yang sangat menghancurkan bagi keluarga saya,” ujar sang bibi, Norma Quinn, kepada CBS News. “Dia adalah anak bungsu dari saudara perempuan saya. Ini sangat memukul kami.”

Pihak keluarga meyakini bahwa pengemudi tersebut memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan di bawah pengaruh zat terlarang.

“Dari apa yang diceritakan kepada saya, ada kemungkinan besar bahwa faktor kecepatan turut berperan, dan pria itu sedang mabuk,” tutur Quinn kepada media tersebut.

Namun, menurut penuturan keluarga, sang pengemudi berkilah bahwa ia tidak melihat Avery karena kondisi malam hari dan korban mengenakan pakaian serbahitam.

“Anda bilang tidak melihat saudara laki-laki saya berjalan karena dia memakai baju serbahitam?” kecam kakak perempuan Avery, Monique Yates. “Tidak peduli apa warna pakaian yang dia kenakan. Itu tidak bisa dijadikan alasan mengapa Anda menabrak seseorang.”

BACA JUGA :   Waspada Tanah Longsor, Jalan Lintas Bogor – Sukabumi Terancam Amblas

Avery sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan mengalami cedera otak traumatik yang parah. Pihak keluarga, yang mengaku kesulitan menghadapi tumpukan biaya perawatan, tagihan medis, serta biaya pemakaman yang membengkak, sejauh ini telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari $10.000 melalui donasi.

Avery Menjadi Donor Organ Pasca-Tragedi

Pada Sabtu (20/6), kerabat berkumpul di OneLegacy di Azusa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Avery. Para staf berbaris rapi di koridor saat dokter mendorong tubuhnya ke ruang operasi, sementara anggota keluarga menyampaikan salam perpisahan terakhir mereka.

Avery mendonasikan jantung, paru-paru, hati, dan ginjalnya. Pihak OneLegacy menyatakan bahwa donor dari Avery ini berpotensi menyelamatkan hingga delapan nyawa manusia.

“Ada lebih dari 100.000 orang di seluruh negeri, dan hampir 19.000 warga California, yang saat ini sedang menunggu donor organ yang bisa menyelamatkan hidup mereka,” kata Blanca Cohen dari OneLegacy.

BACA JUGA :   Ghana Raih 3 Poin Berkat Gol Injury Time

“Sayangnya, terlalu banyak orang yang meninggal setiap harinya hanya untuk menunggu keajaiban donor tersebut.”

Kebutuhan donor ini terbilang sangat besar, khususnya di kalangan pasien kulit hitam. Tahun lalu, menurut laporan CBS News, warga Amerika keturunan Afrika mencakup 27% dari kandidat dalam daftar tunggu transplantasi nasional—dengan mayoritas menunggu donor ginjal—sementara jumlah donor yang terdaftar dari kalangan kulit hitam hanya berkisar 15%.

Keluarga Avery mengaku menemukan kedamaian dan keikhlasan setelah mengetahui bahwa kemurahan hati mendiang dapat membantu kelangsungan hidup orang lain.

“Saya tahu ini adalah perpisahan terakhir kita, tetapi di saat yang sama, saya tahu ada sesuatu yang baik yang akan lahir dari semua ini,” tandas Quinn. “Mereka akan memiliki bagian dari dirinya, dan siapa tahu, dia bisa mengubah mereka menjadi seorang gamer. Haha.”***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Women’s Pro Futsal League 2026 – Dramatis Hingga Menit Akhir, Netic Ladies FC Sukses Bungkam Kebumen United Angels!

INTERAKINDO.COM – Laga bertensi tinggi tersaji dalam lanjutan Women's Pro Futsal League (WPFL) 2026 yang mempertemukan Netic Ladies FC...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img