INTERAKINDO.COM – Dmitry Bivol hanya mengemas kemenangan angka atas penantang asal Jerman, Michael Eifert, untuk mengamankan gelar-gelarnya di kelas berat ringan. Duel digelar di UMMC Arena, Ekaterinburg, Australia, Sabtu (30/5) malam waktu setempat.
Ini merupakan pertarungan pertama Dmitry Bivol sejak ia mengalahkan Artur Beterbiev pada Februari 2025 untuk menjadi juara dunia kelas berat ringan tak terbantahkan.
Setelah duel itu, Bivol menjalani operasi cedera saraf terjepit pada Agustus 2025, yang sudah lama dideritanya di punggung bagian bawah. Akibatnya, kepulangan dirinya ke atas ring sempat tertunda, dan beberapa pihak sempat mempertanyakan bagaimana performanya saat kembali bertanding nanti.
Namun, beruntung, ia masiih bisa tampil dominan dalam duel melawan Eifert.
Setelah kemenangan itu, siapa calon lawan Bivol berikutnya?
Setidaknya, Bivol punya 3 opsi menarik: Ada Artur Beterbiev, David Benavidez, dan Callum Smith.
Artur Beterbiev
Mengingat sejarah di antara keduanya, di mana masing-masing petinju telah mengantongi satu kemenangan satu sama lain, situasi ini menciptakan skenario trilogi yang sempurna untuk menentukan siapa yang paling unggul.
Nilai komersial pertarungan ini tidak boleh diabaikan. Kedua pertarungan sebelumnya berlangsung di Riyadh, yang menegaskan besarnya investasi dari Arab Saudi dalam duel khusus ini.
Selain itu, pertarungan ini tidak perlu dibangun atau dipromosikan dengan cara yang sama seperti menghadapi lawan yang berbeda. Urusan yang belum selesai di antara mereka sudah menjadi daya tarik dengan sendirinya.
Kedua laga terdahulu merupakan pertunjukan luar biasa dari kemampuan bertinju dan tekad kuat untuk menang. Oleh karena itu, banyak yang percaya bahwa pertarungan trilogi ini sama sekali tidak akan mengecewakan.
Callum Smith
Callum Smith adalah Juara Interim Kelas Berat Ringan WBO, yang memosisikan dirinya sebagai penantang wajib untuk Bivol.
Petinju asal Inggris tersebut seharusnya bertarung melawan David Morrell pada April tahun ini, namun ia mengundurkan diri setelah mengalami cedera.
Bagi Bivol, ini adalah pertarungan yang harus dipertimbangkan secara serius karena posisi wajib Smith, yang membawa ancaman bahwa Bivol harus merelakan sabuk juara dunianya dicopot jika ia memilih untuk tidak mengambil jalur ini.
Namun, poin utama di mata banyak orang adalah perbedaan minat publik dan nilai komersial jika dibandingkan trilogi melawan Artur Beterbiev.
Ketertarikan publik jelas lebih besar untuk pertarungan ketiga dengan Beterbiev, bersamaan dengan imbalan finansial yang hampir pasti jauh lebih tinggi.
Akibatnya, Bivol menghadapi sebuah keputusan besar. Ia bisa memilih untuk mempertahankan semua sabuknya dan menghormati kewajiban duel wajibnya, atau mengejar peluang yang memberinya bayaran yang jauh lebih besar.
David Benavidez
David Benavidez saat ini merupakan juara dunia di kelas berat ringan sekaligus kelas penjelajah.
Di pertarungan sebelumnya, Benavidez menghentikan Gilberto Ramirez di ronde 6 di Las Vegas untuk mengklaim gelar juara dunia Kelas Penjelajah WBO.
Baru-baru ini beredar kabar bahwa WBC telah secara resmi memerintahkan David Benavidez untuk menantang Noel Mikaelian demi memperebutkan sabuk juara kelas penjelajah.
Kendati demikian, Benavidez belum melepas gelar Kelas Berat Ringan WBC miliknya. Konsekuensinya, spekulasi terus berlanjut tentang kemungkinan dirinya kembali ke kelas tersebut.
Banyak orang akan menganggap duel maut antara Bivol dan The Mexican Monster (Si Monster Meksiko) sebagai salah satu pertarungan terbaik dalam sejarah tinju.
Pergerakan kaki yang cerdik serta kemampuan bertinju dari Bivol, jika diadu melawan gaya bertarung Benavidez yang kuat dan tanpa ampun, dipastikan akan menciptakan pertarungan legendaris yang akan dikenang sepanjang masa.
Meskipun trilogi dengan Beterbiev tetap menjadi opsi yang paling jelas di mata banyak orang, Bivol harus mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada saat menentukan lawan berikutnya di tengah spekulasi yang terus bergulir.***



