INTERAKINDO.COM – Dalam rangka menyambut ulang tahun Amerika Serikat ke-250, kampanye America’s 250: Red, White & You menyoroti kisah-kisah inspiratif warga biasa yang luar biasa.
Salah satunya adalah Eliza Newton, remaja 14 tahun asal Vista yang merupakan juara dunia BMX, yang baru saja memenangkan pertarungan paling sengit dalam hidupnya: melawan Anemia Aplastik.
Anemia Aplastik adalah kelainan darah langka yang mengancam nyawa, yang hanya menyerang sekitar 600 hingga 900 pasien per tahun di Amerika Serikat. Saat didiagnosis, Eliza adalah pembalap nomor satu di kelompok usianya. Penyakit ini mulai menunjukkan taringnya lewat gejala pusing, sesak napas, dan rasa lelah yang ekstrem.
“Saya hanya berpikir bahwa saya tidak ingin mati. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya tidak boleh menyerah. Saya harus melewatinya,” kenang Eliza.
Perjuangan di Ambang Maut
Eliza menghabiskan lebih dari empat bulan di Rumah Sakit Anak Rady. Kondisinya sempat memburuk akibat berbagai komplikasi serius: pendarahan otak karena trombosit yang sangat rendah, infeksi paru-paru yang merusak ginjalnya, hingga berbagai hambatan medis yang menunda proses transplantasi sumsum tulang belakangnya.
“Ada saat-saat yang benar-benar menakutkan,” ungkap Rob, ayah Eliza. Namun, ibunya, Danielle, tetap memegang teguh harapan. “Saya merasa takut sekaligus penuh harap. Saya yakin dengan bantuan Tuhan, dia akan mampu mengatasinya.”

Penyelamat dari Jerman
Proses penyembuhan dimulai dengan satu pekan pengkondisian tubuh, diikuti lima hari kemoterapi dan pemberian steroid. Titik balik terjadi ketika ditemukan donor sumsum tulang yang sangat cocok (perfect match) dari seorang donor di Jerman. Pada 10 Oktober, operasi transplantasi pun dilakukan dan dinyatakan berhasil.
“Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Mereka menyelamatkan hidup saya,” ujar Eliza tentang donornya. Sang ibu menambahkan dengan haru, “Saya merasa berutang nyawa kepada pendonor itu.”
Kembali ke Atas Sepeda
Sejak pulang ke rumah, pemulihan Eliza sangat luar biasa. Kadar hemoglobinnya telah kembali normal, dan energinya telah pulih sepenuhnya. Kini, atlet muda ini sudah kembali menaiki sepedanya. Ia pun memberikan pesan penyemangat bagi siapapun yang sedang berjuang melawan penyakit sejenis.
“Semua akan baik-baik saja. Kamu mungkin akan melewati masa-masa sulit dalam hidupmu, tapi percayalah, kamu akan baik-baik saja,” katanya.***



