Selasa, Juli 21, 2026

Elon Musk dan Pavel Durov Kritik Keamanan WhatsApp di Tengah Isu Privasi

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – WhatsApp tengah menghadapi kritik tajam dari beberapa sosok penting di dunia teknologi. Pemilik platform X, Elon Musk, serta pendiri Telegram, Pavel Durov, kompak mengomentari keamanan aplikasi perpesanan milik Meta Platforms itu, menyebutnya rentan dan “tidak aman” di era 2026.

Kritik ini mencuat di tengah gugatan class action di Amerika Serikat yang mempertanyakan klaim privasi WhatsApp terutama soal end-to-end encryption yang diklaim melindungi pesan sehingga hanya pengirim dan penerima yang punya akses. Gugatan ini diajukan oleh sekelompok pengguna dari beberapa negara yang menilai klaim tersebut menyesatkan.

BACA JUGA :   Nokia Kembali ke Puncak! Hadir dengan Teknologi 6G dan Kekuatan AI Nvidia
Unggahan Elon Musk dan Pavel Durov di X yang mengkritik klaim keamanan WhatsApp dan memicu perdebatan soal enkripsi end-to-end. Foto: X/kotakgame

Dalam unggahan di platform X, Pavel Durov bahkan menyebut pernyataan keamanan WhatsApp terlalu optimis. Ia mengatakan timnya menemukan sejumlah potensi celah dalam implementasi enkripsi, yang menurutnya bisa dimanfaatkan pihak ketiga.

“Masih percaya WhatsApp aman di 2026? Itu bodoh,” tulis Durov, mengkritik secara langsung keamanan platform tersebut.

Bersama unggahannya yang viral pada Selasa (27/1/2026), Elon Musk ikut menyuarakan pendapat serupa. Melalui unggahan di X, ia menulis, “WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun patut dipertanyakan. Gunakan X Chat,” sebagai ajakan pada pengguna untuk mempertimbangkan alternatif lain.

BACA JUGA :   Internet Rp100 Ribu 100 Mbps Mulai Dibuka, Antara Harapan dan Kenyataan

Respons datang cepat dari pihak WhatsApp. Kepala WhatsApp, Will Cathcart, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa klaim keamanan end-to-end tetap berlaku. Ia menekankan bahwa WhatsApp tidak dapat membaca pesan pengguna karena kunci enkripsi hanya disimpan di perangkat pengirim dan penerima, bukan di server.

Cathcart menekankan bahwa kunci enkripsi WhatsApp disimpan secara lokal di perangkat pengguna, bukan di server Meta. Ia juga menyoroti latar belakang firma hukum penggugat yang disebut pernah terlibat dalam pembelaan NSO Group, perusahaan pengembang spyware Pegasus yang kontroversial, seusai kasus penyadapan global mencuat beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA :   Gemini 3.0: Senjata Baru Google untuk Tantang Model AI Lain
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Transportasi Sungai Bertahan di Tengah Sulitnya BBM, Ketek Jadi Harapan Warga OKU Timur

OKU TIMUR, INTERAKINDO – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, masyarakat Desa Karang Negara dan Desa Riang Bandung,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img