INTERAKINDO.COM – Canelo Alvarez menyebut sudah memutar ulang rekaman pertarungannya melawan Terence Crawford sebanyak sedikitnya 5 kali. Dari situlah dia menyebut saat ini dia sangat menginginkan rematch dengan Crawford. Dia sudah tahu persis kesalahannya dalam duel di mana dia kalah angka pada duel 13 September 2025 di Allegiant Stadium, Las Vegas, itu.
Dalam wawancara dengan wartawan Mike Coppinger yang dirilis pada 14 Oktober 2026, Canelo menggambarkan pertarungan melawan Crawford itu berlangsung ketat.
Ia kemudian menyebut rekam jejak kariernya yang selalu tampil jauh lebih baik dalam duel ulang.
Crawford sendiri saat ini berstatus pensiun. Canelo bilang ikut mendoakan yang terbaik untuk rivalnya seraya berharap mereka bisa kembali berbagi ring di masa depan.
Fokus terdekat Alvarez saat ini adalah menuntaskan tantangan menghadapi Christian Mbilli pada 31 Oktober di Riyadh, Arab Saudi.
Bertempat di gym Ready To Fight milik Oleksandr Usyk di Gandia, Spanyol, Canelo membeberkan perubahan besar dalam persiapannya jelang laga comeback tersebut serta ambisi besar yang masih ingin ia wujudkan.
Nonton Ulang 5 Kali dan Persiapan Fisik Maksimal
Canelo menilai hanya ada batasan tipis antara kemenangan dan kekalahan saat bersua Crawford. Ia memuji kualitas Crawford dan menegaskan bahwa menghadapi petinju sekelas itu menuntut persiapan fisik serta taktik yang benar-benar sempurna.
“Saya tahu apa yang terjadi dan saya tahu kesalahan-kesalahan saya,” tegas Alvarez.
Saat ditanya alasannya selalu tampil lebih hebat pada laga rematch, Alvarez menjelaskan bahwa ia selalu mempelajari performa sebelumnya, memetik pelajaran dari kekalahan, lalu menerapkannya secara presisi di atas ring.
Sisi fisik persiapannya kini jauh lebih menjanjikan. Usai menjalani operasi siku setelah laga melawan Crawford, Canelo menyatakan kini sudah bisa kembali melayangkan pukulan tangan kirinya secara leluasa tanpa hambatan.
Ia mengingatkan bahwa di tingkat tertinggi, bertarung dalam kondisi cedera bisa menjadi pembeda utama antara kemenangan dan kekalahan.
Mengenai status Crawford, promotor Dana White dari Zuffa Boxing sebelumnya sempat berspekulasi bahwa pertarungan yang tepat bisa memancing Crawford keluar dari masa pensiun. Namun, Canelo menegaskan bahwa pernyataan tersebut sejauh ini baru sebatas keinginan pribadi dan belum masuk ke tahap negosiasi resmi.
Alasan Pindah Kamp ke Spanyol dan Pergeseran Jadwal
Keputusan memindahkan training camp ke Spanyol memiliki tujuan praktis. Canelo menjelaskan bahwa perbedaan waktu Spanyol yang lebih tipis dengan Riyadh sangat membantunya dalam proses aklimatisasi. Hal ini berkaca dari pengalaman kurang menyenangmya saat bertarung melawan William Scull di Arab Saudi, di mana ia harus naik ring sekitar pukul 06.00 pagi.
Latihan di fasilitas milik Oleksandr Usyk juga memberinya akses ke metode kebugaran dan pengondisian fisik yang baru. Canelo menyebut hubungan ini terjalin berkat persahabatannya dengan Usyk. Meski melahap menu latihan kebugaran baru, seluruh porsi latihan tetap disesuaikan dengan kebutuhan teknis tinju dari pelatih lamanya, Eddy Reynoso.
Canelo juga membeberkan alasan pengunduran jadwal bertarung yang semula direncanakan pada 12 September. Masalah keluarga membutuhkan perhatian penuh darinya, dan ia enggan masuk ke kamp utama tanpa persiapan matang.
Ia menyebut keputusan menunda laga ini sebagai pelajaran berharga dari masa lalu agar tidak memaksakan diri bertanding saat kondisi mental dan fisiknya belum siap 100 persen.
Fokus pada Mbilli, Potensi Laga Februari 2027, dan Target ke Jepang
Menghadapi Mbilli, Alvarez mengaku sangat menyukai gaya bertarung sang lawan yang selalu menekan ke depan. Ia menilai Mbilli sebagai juara yang lapar, agresif, dan rajin melepaskan kombinasi pukulan—kualitas yang ia yakini bakal melahirkan pertarungan yang sangat menghibur.
Meski kini berstatus sebagai penantang—posisi yang cukup asing setelah bertahun-tahun memegang sabuk juara—Canelo menegaskan masih memiliki jiwa seorang raja dan bertekad kuat merebut kembali gelar juara dunia.
Meski sempat ditanya mengenai potensi bertarung hanya sekali dalam setahun, Canelo menegaskan ingin kembali naik ring secara cepat pada Februari 2027. Ia mengungkapkan masih memiliki sisa kontrak pertarungan di Riyadh dan bakal mendiskusikan langkah selanjutnya bersama Turki Alalshikh.
Di luar komitmen tersebut, bertarung di Jepang menjadi salah satu ambisi pribadi Canelo yang terinspirasi sejak melihat Oscar Larios bertarung di sana. Selain itu, ia juga mengidamkan laga perpisahan di tanah airnya, Meksiko, khususnya di Stadion Azteca, Kota Meksiko.
Canelo menolak menetapkan batas waktu pensiun dan memilih menilai kariernya dari pertarungan ke pertarungan. Kamp latihannya saat ini juga melibatkan petinju top Meksiko lainnya seperti Jaime Munguia dan Rafael Espinoza.
Ia memuji konsep Mexico versus the World yang digagas Turki Alalshikh dan mengaku bangga menjadi bagian utama dari gelaran akbar tersebut.***



