Jumat, Oktober 2, 2026

Orang Tua Korban Respons Penetapan Tersangka Insiden Bekasi Timur: Enggak Tega Masinis Disalahkan

Must Read

INTERAKINDO.COM — Keputusan Polda Metro Jaya menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) sebagai tersangka dalam tragedi tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Insiden yang terjadi pada 27 April 2026 lalu tersebut diketahui mengakibatkan 16 penumpang KRL meninggal dunia.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menilai tersangka terlambat mengambil keputusan pengereman darurat.

Berdasarkan analisis data logger, AN baru melakukan pengereman darurat saat jarak rangkaian kereta tinggal 263 meter dari titik benturan.

Kanit 1 Subdit 1 Kamneg AKP Muhammad Rizka menjelaskan, AN sempat mengaku ragu melakukan pengereman mendadak karena khawatir gerbong kereta akan terbalik. Namun, polisi mematahkan argumen tersebut berdasarkan data saksi ahli perkeretaapian yang menggunakan kalkulasi Teori Minden.

BACA JUGA :   Akhir Pelarian Pelaku Pembunuhan di Gunung Megang Luar, Menyerahkan Diri ke Polisi

“Idealnya, dari perhitungan ahli melalui Teori Minden, pengereman sangat memungkinkan dilakukan. Dengan kecepatan yang tercatat di data logger, kereta seharusnya bisa berhenti total pada jarak 600 meter,” ujar AKP Muhammad Rizka di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/9).

Polisi juga menekankan bahwa prosedur menghadapi keraguan sinyal sudah diatur jelas dalam Peraturan Dinas Nomor 19 Pasal 50. Aturan tersebut mewajibkan masinis untuk mengambil tindakan terberat, yakni segera menghentikan kereta terlebih dahulu sebelum melakukan konfirmasi.

Gelombang Dukungan Publik dan Temuan “Sinyal Hantu”

Penetapan tersangka terhadap AN justru menuai simpati dan pembelaan luas dari publik di media sosial. Sejumlah netizen menilai adanya indikasi kegagalan sistem persinyalan yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada masinis.

BACA JUGA :   Di Peresmian LRT, Prabowo Sampaikan Duka Untuk Korban Km Virgo Transport 8

Salah satu akun Threads, @nan***g, soroti temuan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang mencatat indikasi fenomena sinyal hantu (perubahan sinyal secara mendadak dari hijau langsung ke merah).

“Bukan remnya yang lambat, tapi persinyalannya yang bolong. Laporan KNKT jelas mencatat adanya ‘sinyal hantu’ (hijau langsung merah),” tulis akun tersebut.

Simpati juga datang langsung dari keluarga korban. Akun @har****a yang mengaku sebagai salah satu orang tua korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut menyatakan tidak tega jika seluruh kesalahan ditimpakan kepada masinis.

“Saya orang tua korban MD (meninggal dunia), enggak tega kalau masinis yang disalahkan. Jangan sampai tragedi Bintaro terulang di Bektim,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Buka Sosialisasi FKUB, Pemkot Prabumulih Tekankan Pentingnya Toleransi

PT KAI Pasang Badan dan Siapkan Bantuan Hukum

Menanggapi proses hukum yang berjalan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan akan memberikan pendampingan hukum secara maksimal kepada pegawainya. Langkah penanganan mencakup pemberian bantuan hukum, pendampingan di setiap tahapan pemeriksaan, hingga transparansi informasi proses hukum.

Manajemen PT KAI menegaskan tetap menghormati kewenangan aparat penegak hukum dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“KAI menjunjung asas praduga tak bersalah dan menghormati kewenangan institusi yang menangani proses hukum. Sejak awal penanganan insiden, perusahaan mendukung penuh proses yang dilakukan pihak berwenang, baik investigasi keselamatan oleh KNKT maupun proses hukum oleh Polda Metro Jaya,” tulis manajemen KAI dalam keterangan resminya, Rabu (30/9).***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

10–11 Oktober, Skyland Sekayu Bakal Bergemuruh Disambangi Pembalap Nasional-Asia

MUBA, INTERAKINDO – Sirkuit Internasional Skyland Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali bersiap menjadi pusat perhatian pecinta olahraga otomotif....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img