INTERAKINDO.COM – Juara bertahan Aryna Sabalenka dan Carlos Alcaraz mengamankan tempat di babak perempat final US Open dengan cara yang sangat meyakinkan.
Petenis putri peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, berhasil mengatasi kesulitan di awal pertandingan saat memegang servis dan mengatasi perlawanan ketat Taylor Townsend dengan skor 6-4, 6-3 pada, Minggu (6/9).
Alcaraz juga melenggang lewat kemenangan straight set, menundukkan Tommy Paul 6-4, 6-3, 6-4 pada pertandingan kedua di Stadion Arthur Ashe.
“Saya puas dengan penampilan ini,” ujar Alcaraz. “Saya memainkan permainan saya dan mencoba menerapkan gaya saya. Tommy adalah petenis yang sangat berbakat. Pukulannya cukup berbahaya dan terkadang sangat sulit mengendalikan bola yang datang, jadi saya hanya berusaha untuk selalu siap.”
Sementara Townsend sempat mematahkan servis Sabalenka tiga kali dalam empat game servis pertamanya saat berupaya menciptakan kejutan. Namun, Sabalenka menemukan ritmenya, mengembalikan rasa percaya diri, dan tidak kehilangan satu poin pun setelah sempat tertinggal 1-3 di set kedua.
“Saya menyukai pertandingan seperti itu karena sangat menantang,” kata Sabalenka. “Melewati tantangan berat dan mengatasinya jelas memberikan kekuatan dan keyakinan yang sangat kuat bahwa Anda bisa melakukannya.”
Ini merupakan pertemuan pertama antara Sabalenka dan Townsend. Meski sempat merepotkan lawannya di set pertama, Townsend kemudian kesulitan menemukan irama permainannya sendiri.
“Ini adalah momen paling nyaman dan percaya diri yang pernah saya rasakan saat bermain melawan petenis nomor 1 dunia,” kata Townsend. “Sejak awal, saya merasa pantas berada di sini dan berada tepat di tempat yang seharusnya. Saya masih merasakannya sampai sekarang.”
Lawan Sabalenka berikutnya adalah juara Wimbledon, Linda Noskova, yang membutuhkan enam match point untuk menyingkirkan Marta Kostyuk 7-5, 5-7, 6-4.
“Saya pernah bertanding beberapa kali melawannya di masa lalu, dan itu juga bukan pertandingan yang mudah,” ujar Sabalenka mengenai Noskova. “Gaya permainannya sangat agresif. Servisnya sangat bagus dan permainannya super cepat. Anda harus tetap rendah untuk bisa meredam kekuatan dan energinya.”
Alcaraz Melaju Mulus ke Perempat Final
Laga ini merupakan turnamen pertama Alcaraz setelah absen selama empat bulan akibat cedera pergelangan tangan kanan. Pekan lalu, ia menyatakan tidak akan kembali bertanding jika tidak bisa tampil seperti dirinya yang biasa. Petenis Spanyol berusia 23 tahun itu telah membuktikannya sejauh ini dengan hanya kehilangan satu set sepanjang empat babak.
Alcaraz mengendalikan permainan sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di ajang Grand Slam menjadi 18 laga. Saat Paul mencoba memberikan perlawanan menarik di set ketiga, Alcaraz mengunci match point dengan pukulan presisi yang masuk tepat di garis, hingga membuat aktor Matthew McConaughey dan para penonton di tribun terpana tak percaya.
Saat ditanya apakah ia merasa telah kembali ke bentuk permainan terbaiknya, Alcaraz menjawab, “Saya rasa begitu.” Atmosfer US Open dinilainya berhasil mengeluarkan potensi terbaik dalam dirinya.
“Saya hanya mencoba menikmati waktu saya di lapangan,” kata Alcaraz. “Tidak masalah bahwa saya sempat absen selama empat setengah bulan. Setiap kali saya datang ke sini, saya selalu memberikan yang terbaik.”
Di babak perempat final pada Selasa (8/9), Alcaraz akan berhadapan dengan wakil AS, Ben Shelton, unggulan ke-8 yang sukses menyingkirkan Stefanos Tsitsipas pada Minggu (6/9) malam lewat penampilan terbaiknya di turnamen ini.
“Kami senang dia kembali berpartisipasi di tur. Dia selalu menghidupkan suasana stadion setiap kali bertanding,” ujar Shelton mengenai Alcaraz. “Saya pikir pertandingan Selasa malam nanti akan menyajikan kembang api (duel yang sengit).”
Wakil-Wakil AS Tampil Impresif di Rumah Sendiri
Townsend dan Paul menjadi bagian dari 10 petenis AS yang berhasil menembus babak 16 besar di sektor putra dan putri. Catatan ini merupakan jumlah terbanyak di babak keempat Grand Slam dalam hampir seperempat abad, mengulang pencapaian US Open 2002 yang saat itu meloloskan 11 wakil.
Kelima petenis putra AS—Paul, Shelton, Learner Tien, Frances Tiafoe, dan Alex Michelsen—menjadi representasi terbanyak AS di babak keempat turnamen mayor sejak delapan wakil pada edisi 1995 di Flushing Meadows.
“Tenis Amerika telah menunjukkan tren positif selama bertahun-tahun,” kata Townsend. “Ada kelompok pemain yang sangat konsisten—Jess, Coco—yang berada di papan atas dan bertahan di lima besar selama beberapa tahun terakhir. Ben, Frances, Tommy, Taylor: ini adalah kelompok pemain putra yang luar biasa.”
Di usianya yang baru 20 tahun, Tien menjadi petenis putra AS termuda yang berhasil menembus babak keempat US Open sejak Andy Roddick pada tahun 2002.
Sementara itu, Tiafoe menumbangkan unggulan ketujuh Daniil Medvedev 7-6 (1), 6-4, 7-6 (6) untuk memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 10-0 di Stadion Louis Armstrong, lapangan yang ia sebut sebagai “lapangan rakyat”. Di laga lain, Michelsen mengalahkan Tomas Martin Etcheverry 7-6 (6), 6-4, 6-4.
Michelsen dan Tiafoe akan saling berhadapan di perempat final, yang memastikan satu tempat bagi petenis putra AS di babak semifinal. Sebagai catatan, belum ada lagi petenis putra AS yang menjuarai Grand Slam sejak keberhasilan Roddick di New York pada 2003.
Pertemuan sesama wakil AS juga terjadi di perempat final putri. Unggulan ke-3 Jessica Pegula melangkah ke delapan besar usai mengalahkan unggulan ke-16 Sorana Cirstea, dan akan berhadapan dengan unggulan ke-26 Emma Navarro yang mengeliminasi unggulan ke-21 Anna Kalinskaya lewat kemenangan straight set.***
Sumber: CP24



