Rabu, September 2, 2026

Incar Sabuk Unifikasi dan Status Petinju Terbaik, Dubois Tegaskan Dominasi atas Wardley

Must Read

INTERAKINDO.COM — Daniel Dubois berjanji akan mengalahkan kompatriotnya, Fabio Wardley, dengan cara yang jauh lebih impresif saat keduanya kembali berhadapan dalam rematch perebutan gelar juara dunia kelas berat WBO.

Pada pertemuan pertama di Manchester Mei lalu, Dubois sempat jatuh di 10 detik awal dan kembali roboh pada ronde 3. Namun, Dubois menunjukkan kebangkitan luar biasa hingga akhirnya mencetak kemenangan TKO di ronde ke-11 dalam laga pertahanan gelar pertama Wardley.

Usai kekalahan tersebut, Wardley yang berasal dari Ipswich langsung mengaktifkan klausa rematch. Duel kedua mereka dijadwalkan berlangsung di O2 Arena, London, 17 Oktober.

Dubois, mantan pemegang sabuk WBA ‘Regular’ dan IBF yang kini mengantongi rekor 23-3 (22 KO), menegaskan bahwa alur cerita pada duel kedua nanti akan sangat berbeda.

BACA JUGA :   Pertaruhan Karier, Duel Berdarah Tszyu vs Spence Jr Siap Digelar, Tanggal pun Sudah Ditetapkan

“Di pertarungan sebelumnya saya baru saja bangkit dari kekalahan, jadi saya merasa sedikit gugup. Sekarang ini menjadi awal yang benar-benar baru bagi saya,” ujar Dubois dalam konferensi pers di London, Rabu (2/9).

“Saya merasa jauh lebih baik, pemusatan latihan berjalan lebih lancar kali ini, dan saya siap untuk berperang.”

Sebelum duel lawan Wardley, Dubois kalah KO ronde 5 dari Oleksandr Usyk, Juli 2025.

Petinju berusia 28 tahun itu melanjutkan:

“Saya harus memperbaiki semua kekurangan, tampil lebih tajam sejak awal, lebih presisi, dan menumbangkannya dengan gaya kali ini. Saya hanya perlu menaikkan level permainan dan merobohkannya lagi,”  tambah Dubois, 28 tahun.

BACA JUGA :   Dony Tri Tegaskan Persija Jakarta Siap Hadapi Madura United, Anak Baru Fajar Fathurrahman Kaget dengan Taktik Pelatih Persija

“Saya akan datang sebagai juara bertahan dan menunjukkan kualitas serta rekam jejak yang saya miliki,” tegasnya.

Kemenangan atas Wardley dinilai akan membuka jalan bagi Dubois menuju pertarungan yang jauh lebih besar di kelas berat yang sangat kompetitif.

“Saya ingin masuk ke jajaran petinju elit yang dibicarakan (promotor) Frank Warren,” tutur Dubois, yang kemudian menyebut lawannya sebagai ‘mayat berjalan’ saat sesi face-off, sembari melemparkan beberapa umpatan ketika Wardley berusaha tetap tenang.

“Saya hanya ingin menjadi ‘pria terakhir yang bertahan’ dan berada di sejajar dengan para petinju legendaris.”

BACA JUGA :   Kutukan Tiang Gawang, Barcelona Tumbang di Tangan Sociedad, Real Madrid Kini Mengintai di Spion

Di sisi lain, Wardley—yang mengakhiri duel pertama dengan kondisi wajah berdarah dan lebam di awal ronde ke-11—tetap optimistis mampu mengambil pelajaran berharga dari kekalahan tersebut.

“Saya merasa menjadi korban dari kesuksesan saya sendiri di awal-awal ronde,” ungkap petinju berusia 31 tahun itu. “Saya terlalu bernafsu dan terbawa emosi untuk terus melepaskan pukulan kanan demi menyudahi pertarungan dengan cepat.”

“Saya telah membuktikan berkali-kali bahwa saya mampu beradaptasi, melakukan penyesuaian, berubah, dan berkembang. Saya akan melakukan semua hal itu dalam kamp latihan kali ini—dan saya akan keluar sebagai pemenang lewat KO pada malam pertarungan nanti,” tandas Wardley.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

TikTok Berujung Petaka, Anak 15 Tahun Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

PALEMBANG, INTERAKINDO — Kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terungkap di Kota Palembang. Direktorat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img