INTERAKINDO.COM — Petinju kelas berat asal Nigeria, Efe Ajagba, bersiap mengambil langkah besar berikutnya dalam karier profesionalnya. Petinju peringkat ke-8 versi majalah The Ring ini datang dengan modal kemenangan TKO ronde 4 atas Charles Martin pada debutnya di Zuffa Boxing, Februari lalu.
Mengantongi rekor 21 kemenangan (15 KO), 1 kekalahan, dan 1 hasil imbang, petinju berusia 32 tahun tersebut menyatakan kesiapannya untuk meladeni jajaran petinju teratas. Peluang ini terbuka lebar setelah Oleksandr Usyk mengosongkan sabuk IBF, WBA, dan WBC miliknya pada Juni lalu, yang membuka jalan bagi para penantang papan atas seperti Ajagba untuk memperebutkan mahkota juara dunia.
“Saya siap menghadapi siapa saja di peringkat 10 besar,” tegas Ajagba, jebolan Olimpiade 2016, saat diwawancarai Louis Hart dari The Ring.
Ajagba menyasar sejumlah nama besar, termasuk laga rematch melawan Martin Bakole (setelah hasil imbang pada 2025) dan Frank Sanchez (yang mengalahkannya pada 2021). Selain itu, ia mengincar pemegang gelar WBO Daniel Dubois, Moses Itauma, serta Jarrell Miller.
Tak hanya itu, Ajagba juga menyiapkan rencana cadangan dengan menyodorkan dirinya sebagai lawan pengganti jika bentrokan megaduel antara Tyson Fury dan Anthony Joshua gagal terwujud. Negosiasi Fury dan Joshua saat ini dilaporkan menemui jalan buntu, bahkan Fury sempat meragukan kesediaan Joshua untuk naik ring.
“Jika pertarungan itu batal, saya siap dan berminat. Saya ada di sini untuk bertarung melawan salah satu dari mereka,” ujar Ajagba. Ia bahkan secara khusus menantang Joshua untuk bertarung di tanah kelahiran mereka. “Saya ingin bertarung melawan Joshua di Nigeria. Itu akan menjadi duel luar biasa antara dua petinju berdarah Nigeria.”
Saat ini, petinju berjuluk “The Silent Roller” tersebut harus bersabar menunggu kejelasan nasib duel Fury vs Joshua sebelum kepastian lawan berikutnya resmi ditentukan.***



