INTERAKINDO.COM – Newscastle United nampaknya bakal gigit jari lagi. Upaya klub untuk memperkuat lini tengah dengan gelandang berpengalaman sepertinya bakal kembali gagal.
Menurut laporan terbaru, gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, memang berpeluang meninggalkan Manchester, namun ia makin dekat untuk berlabuh ke klub lain, bukan Newcastle.
The Magpies sebelumnya beberapa kali mengalami kegagalan saat berupaya memperkuat lini tengah skuad asuhan Matthias Jaissle. Kini, wartawan The Athletic, David Ornstein, melaporkan bahwa klub asal Arab Saudi, Al Qadsiah, berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut untuk merekrut Reijnders.
“Klub Arab Saudi, Al Qadsiah, sedang berada dalam pembicaraan tingkat lanjut mengenai kepindahan gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders,” lapor Ornstein dilansir Coming Home Mewcastle.
“Diskusi antara kedua klub, serta antara Al Qadsiah dan sang pemain masih berlangsung. Meski fokus saat ini tertuju pada laga pembuka musim klub Saudi tersebut, ada harapan kesepakatan dapat rampung dalam beberapa hari ke depan.”
Nama Reijnders, kakak kandung Eliano Reijnders, pemain serbabisa Persib Bandung, sempat muncul sebagai pemain yang masuk dalam radar perburuan Newcastle di tengah proses pembenahan skuad yang sedang berjalan. Namun, kabar terbaru dari Ornstein membuat Newcastle berpotensi hanya bisa gigit jari menyaksikan targetnya memilih destinasi lain.
Pemain internasional Belanda tersebut bergabung dengan Manchester City dari AC Milan dengan nilai transfer £46,5 juta (sekitar 953 miliar rupiah) pada musim panas lalu dan menandatangani kontrak hingga 2030, usai dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A. Namun, posisinya di City menjadi kurang menentu setelah kedatangan Elliot Anderson dari Nottingham Forest pada awal musim panas ini.
“Reijnders mencatatkan 47 penampilan pada musim debutnya bersama City dengan mencetak lima gol dan dua assist,” tulis Ornstein. “Namun, ia hanya tampil sebagai starter pada separuh laga tim di Premier League (musim lalu).”
Nottingham Forest juga dikabarkan menaruh minat serius terhadap pemain berusia 28 tahun tersebut menurut Ornstein, namun Al Qadsiah bergerak cepat untuk membajak sang gelandang dari Manchester dan menyelesaikan proses transfer.
Pencarian gelandang oleh Newcastle sejauh ini memang diwarnai banyak kekecewaan. Yang paling menyakitkan adalah saat Pierre-Emile Hojbjerg menolak pinangan Newcastle, padahal The Magpies sudah bersedia memenuhi tuntutan Marseille dan sang pemain pada awalnya telah menyetujui kepindahan ke Tyneside.***



