INTERAKINDO.COM – Operasi pencarian pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan berakhir tragis setelah jenazahnya ditemukan di kawasan Gunung Slamet pada Rabu pagi (14/1/2026). Remaja asal Magelang berusia 18 tahun itu sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian pada akhir Desember 2025 dan baru ditemukan setelah 17 hari pencarian.
Syafiq hilang kontak sejak Sabtu, 27 Desember 2025, saat mendaki bersama rekannya melalui jalur Dipajaya. Rencana turun pada hari berikutnya tak kunjung terjadi, sehingga tim SAR gabungan bersama relawan memulai pencarian besar-besaran di bukit dan hutan di sekitar kawasan itu.

Sementara rekannya, Himawan Haidar Bahran, ditemukan lebih dulu dalam kondisi lemas dan berhasil dievakuasi pada akhir Desember 2025, jenazah Syafiq baru ditemukan di punggungan Gunung Malang, area Watu Langgar, lereng selatan Gunung Slamet pada pukul 10.22 WIB. Lokasi itu diperkirakan hanya sekitar 50 meter dari puncak kawah setempat.
Kepala Desa setempat, Sutrisno, menyatakan informasi penemuan ini diterima tim SAR dan relawan pada Rabu pagi.
“Survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sulit dan terkendala medan terjal serta cuaca tidak menentu, sehingga tim gabungan memprediksi evakuasi akan membutuhkan waktu sampai sekitar 15 jam untuk membawa jenazah turun dari lokasi puncak ke basecamp.
Kisah hilangnya Syafiq sempat menyita perhatian publik sejak akhir Desember. Menurut informasi yang beredar, Syafiq dan rekannya awalnya berencana melakukan pendakian “tektok” naik dan turun dalam satu hari namun dalam perjalanan Himawan mengalami cedera. Syafiq kemudian memutuskan turun terlebih dahulu untuk mencari bantuan, dan sejak saat itulah ia tak lagi terlihat.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pendaki tentang risiko medan ekstrim dan pentingnya persiapan keselamatan dalam kegiatan alam bebas.



