Rabu, Januari 14, 2026

Demo Iran Kian Brutal, Ratusan Tewas, Kota Jadi Medan Amarah

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Iran kian berada di ujung tanduk. Gelombang demonstrasi besar yang meletus sejak akhir Desember 2025 belum juga mereda. Alih-alih surut, jumlah korban jiwa justru terus bertambah.

Laporan terbaru dari kelompok pemantau hak asasi manusia HRANA mencatat sedikitnya 646 orang tewas dalam rangkaian protes nasional. Lebih dari 10.700 orang dilaporkan ditangkap di berbagai kota. Sementara organisasi Iran Human Rights (IHR) menyebut angka korban tewas telah mencapai sekitar 648 orang, termasuk sembilan anak di bawah umur. Kedua lembaga menegaskan, jumlah tersebut kemungkinan masih di bawah angka sebenarnya akibat pemadaman internet dan pembatasan informasi.

Suasana demonstrasi di Teheran. Foto: BBC

Angka ini melonjak tajam dibanding laporan awal pada Minggu (11/1/2026), yang kala itu menyebut korban berkisar 48 demonstran dan 14 aparat, atau maksimal 116 orang menurut hitungan konservatif. Kini, selisih data itu justru menegaskan satu hal: skala krisis jauh lebih besar dari yang diakui pemerintah.

BACA JUGA :   Warga Surabaya Protes Sistem Parkir Digital Mie Gacoan, Tuntut Kebijakan Dikaji Ulang

Hari-hari ini, Teheran bukan lagi kota seribu kubah, melainkan kota seribu luka. Azadi Tower, monumen kebanggaan yang dulu menjadi simbol kemerdekaan, berdiri sebagai saksi bisu. Di bawahnya, ratusan ribu manusia mengalir, sementara darah menetes di aspal yang tak pernah benar-benar kering.

Pemerintah Iran memutus internet nasional sejak Jumat (9/1/2026) dengan alasan keamanan. Namun rekaman warga tetap bocor. Video-video itu menunjukkan massa memenuhi Teheran dan kota-kota besar lain. Dari pemuda berjaket lusuh hingga lansia yang melangkah tertatih, semua turun ke jalan.

Di Valiasr Street, urat nadi terpanjang di Timur Tengah, amarah menjelma api. Sebanyak 25 masjid dilaporkan dibakar, 26 bank dijarah, satu rumah sakit dan dua pusat medis rusak. Ironinya menampar keras: kota yang dibangun atas doa menyaksikan rumah ibadah terbakar, kota yang mengklaim keadilan ekonomi melihat bank-bank dilucuti, dan kota yang menjunjung martabat hidup justru melukai fasilitas kesehatan.

BACA JUGA :   9 WNI Jadi Korban TPPO di Kamboja

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding para demonstran sebagai pembuat onar yang memenuhi agenda asing. Pemerintah secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan, bahkan membawa isu ini ke Dewan Keamanan PBB. Dalam narasi resmi, kemarahan rakyat direduksi menjadi skenario luar negeri, seolah inflasi, pengangguran, dan represi hanyalah ilusi buatan Barat.

Namun Iran tidak satu warna. Di saat sebagian demonstran mengibarkan bendera monarki Pahlavi dan meneriakkan nama Reza Pahlavi sebagai simbol nostalgia, arus lain bergerak berlawanan. Ribuan massa pro-pemerintah turun ke jalan di Teheran dan sejumlah kota besar. Mereka membawa poster Khamenei, mengibarkan bendera Republik Islam Iran, serta meneriakkan slogan “Down with USA” dan “Death to Israel”.

BACA JUGA :   Piala Dunia 2026: Iran & Haiti Diizinkan Main, Tapi Warganya Dilarang Masuk AS

Media resmi menyorot aksi pro-pemerintah ini sebagai bukti mayoritas rakyat masih bersama negara. Demo tersebut ditampilkan rapi, terorganisir, dan patriotik. Di sinilah tragedi berubah menjadi satire: dua massa sama-sama mengklaim mewakili Iran, sementara korban terus bertambah dan internet tetap gelap.

Versi pemerintah mengecilkan jumlah korban dan menekankan pembakaran masjid serta penjarahan bank sebagai bukti ulah perusuh. Versi oposisi dan media internasional mencatat ratusan korban jiwa, penangkapan massal, serta pemutusan internet sebagai tanda negara kehilangan ruang dialog.

Teheran kini seperti bazar besar yang dikunci separuh. Satu sisi dipenuhi teriakan anti-rezim, sisi lain slogan anti-Amerika. Di antara keduanya, darah mengering di aspal. Kota ini sedang memilih nasibnya: mendengar rakyat yang beragam, atau terus menyederhanakan luka menjadi propaganda.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Channel Misterius ShinyWR Bikin Heboh dengan Upload Video YouTube Berlabel 140 Tahun

INTERAKINDO.COM - Dunia internet digemparkan oleh kemunculan sebuah akun YouTube misterius yang mengunggah sebuah video dengan durasi yang sangat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img