Sabtu, Mei 16, 2026

SEA Games 2025: Indra Sjafri Berbenah, Fokus Menyerang Hadapi Myanmar

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, membeberkan alasan kekalahan 0-1 dari Filipina U-22 pada laga Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium. Ia menilai tim tampil tidak sesuai harapan, terutama pada babak pertama.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Indra menjelaskan bahwa para pemain tidak mengeksekusi instruksi dengan tepat.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, bersama jajaran PSSI saat menghadiri konferensi pers usai laga Indonesia vs Filipina pada SEA Games 2025. Foto: Voi.com

“Kami memulai pertandingan di babak pertama dan memang jujur kami bermain tidak sesuai yang diharapkan,” kata Indra.

Gol Filipina tercipta dari situasi lemparan ke dalam yang sebenarnya sudah diantisipasi dalam latihan.

BACA JUGA :   Dominasi Indonesia di SEA Games 2025, Dua Emas dari Bulu Tangkis Perorangan

“Sangat disayangkan di akhir babak pertama, ada throw-in yang dilakukan Filipina dan itu menyebabkan kami kebobolan. Para pemain tidak menjalankan apa yang sudah kita latih — siapa menjaga siapa,” lanjutnya.

Memasuki babak kedua, Indonesia mencoba memperbaiki permainan dengan pergantian pemain dan formasi. Dominasi mulai terlihat, namun penyelesaian akhir masih menjadi titik lemah.

“Kami bisa menguasai permainan, tetapi ada beberapa peluang yang tak dapat dimanfaatkan dengan baik,” tegas Indra.

BACA JUGA :   Sentuhan Magis Messi Bawa Inter Miami Juara MLS Cup Untuk Pertama Kali

Rekap historis pertemuan Indonesia vs Filipina di SEA Games sejak 1977. Dalam catatan tersebut, Indonesia selalu menang atas Filipina di ajang SEA Games dalam lebih dari 10 pertemuan terakhir—dengan skor telak seperti 5-1 (1989), 4-0 (2021), hingga 3-0 (2023).

Baru pada SEA Games 2025, rekor panjang itu terputus.

Hasil 0-1 ini menjadikan Filipina untuk pertama kalinya mengalahkan Indonesia di cabang sepak bola putra SEA Games, sehingga banyak warganet menyebut laga ini sebagai “sejarah baru yang pahit” bagi skuad Garuda muda.

  • 1977: 1-1
  • 1981: 2-1
  • 1989: 5-1
  • 1991: 2-1
  • 1993: 3-1
  • 1997: 2-0
  • 2015: 2-0
  • 2017: 3-0
  • 2021: 4-0
  • 2023: 3-0
  • 2025: 0-1 (kalah)
BACA JUGA :   Setan Merah Bangkit di Old Trafford, MU Menang di Menit Akhir 3–2 atas Fulham dan Panteng di Posisi 4 Besar

Rekap ini mempertegas mengapa kekalahan kali ini mendapat sorotan besar dari publik.

Indra menyebut kritik publik adalah hal wajar, tetapi ia memilih fokus pada pembenahan tim jelang laga hidup-mati kontra Myanmar.

“Saya bertanggung jawab. Sekarang bagaimana kami menang di pertandingan berikutnya,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Takluk Di Markas Villa, The Reds Terlempar Dari Zona Liga Champions

INTERAKINDO.COM - Kemenangan Aston Villa atas Liverpool dalam pekan ke-37 Liga Primer Inggris membuat peluang menuju kompetisi Liga Champions...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img