Selasa, Agustus 4, 2026

Petani Desa Sedupi Sukses Panen 5 Ton Gabah, Teknologi Pertanian Dongkrak Hasil

Must Read

PALI, INTERAKINDO – Harapan mewujudkan swasembada pangan bukan sekadar slogan. Di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seorang petani berhasil membuktikan bahwa lahan yang tidak sampai satu hektare pun mampu menghasilkan panen melimpah jika dikelola dengan baik.

Dalam Gerakan Panen Padi Bersama yang digelar Minggu (2/8/2026), petani bernama Sahmun sukses memanen 5 ton gabah dari lahan seluas 0,8 hektare. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern yang dipadukan dengan pendampingan penyuluh mampu mendongkrak produktivitas petani.

BACA JUGA :   KADIN Indonesia Dukung Pemerintah Cabut Ribuan Izin Usaha & Lahan Tak Produktif

Panen dilakukan menggunakan combine harvester, alat mesin pertanian yang mempercepat proses pemanenan sekaligus mengurangi kehilangan hasil di lapangan. Padi yang dipanen merupakan varietas Simbok, yang dinilai sangat cocok dikembangkan di Desa Sedupi karena memiliki produktivitas tinggi.

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanah Abang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan berkelanjutan.

BACA JUGA :   Bangun Sumsel dari Perantauan, Herman Deru Rangkul Mahasiswa Lewat Sumsel Health Tourism

Di balik hasil panen yang menggembirakan itu, terdapat pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sedupi, Yulius Andesta, SP, yang mendampingi petani sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.

Koordinator Penyuluh BPP Tanah Abang, Apriengga, SP, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat serta memanfaatkan teknologi pertanian modern.

BACA JUGA :   Animasi Game Bikinan Citra Adinda Sukses Rebut Silver Award Tingkat Asia

“Panen ini menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian dan pendampingan yang berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas petani. Dengan luas lahan 0,8 hektare dan hasil mencapai 5 ton, tentu ini merupakan capaian yang cukup baik dan patut diapresiasi,” ujarnya. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Bangun Budaya Deteksi Dini, Polda Sumsel Ajak Warga Aktif Laporkan Potensi Karhutla

OKUS, INTERAKINDO – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membangun sistem...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img