Selasa, Februari 3, 2026

Jadi Juara Dunia di Dua Kelas Sekaligus, Shakur Stevenson Punya 4 Opsi Lawan, Termasuk Muratalla yang Baru Saja Kalahkan Peraih Medali Olimpiade

Must Read

INTERAKINDO.COM – Shakur Stevenson benar-benar memberikan ‘pelajaran tinju’ kepada Teofimo Lopez akhir pekan lalu untuk merebut gelar juara dunia kelas ringan super WBO.

Bertarung di Madison Square Garden, sang teknisi asal New Jersey ini tampil sangat dominan hingga memenangkan hampir seluruh ronde berdasarkan penilaian juri, dan menutup laga dengan kemenangan angka mutlak.

Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi Stevenson: ia kini menjadi juara dunia di empat kelas berbeda dan pemegang gelar juara di dua kelas secara bersamaan.

Saat ini, Stevenson masih memegang sabuk kelas ringan WBC. Namun, ia mengonfirmasi niatnya untuk kembali ke kelas ringan jika tidak mendapatkan duel besar di kelas yang lebih tinggi.

BACA JUGA :   Jika lanjutkan Duel Canelo Vs Bivol, Matchroom dan DAZN Bisa Hancur

Mengincar Conor Benn dan Duel ‘Uang Besar’

Usai mengalahkan Lopez, nama pertama yang keluar dari mulut Stevenson adalah Conor Benn. Stevenson bahkan menantang Benn dengan syarat klausul rehidrasi yang sama seperti saat Benn melawan Chris Eubank Jr.

Seperti diketahui, Benn biasa bermain di kelas welter namun tampil di kelas menengah dalam laga melawan Eubank Jr.

“Conor Benn, ayo kita buat duel ini meledak. Saya ingin klausul rehidrasi yang sama. Tanda tangani kontraknya! Banyak orang bilang saya terlalu kecil untuk Benn, itu yang membuat duel ini sangat luar biasa,” tegas Stevenson.

Meski Benn tampak percaya diri, ia mungkin akan berpikir dua kali mengingat statusnya sebagai penantang wajib pemenang antara duel Mario Barrios vs Ryan Garcia.

BACA JUGA :   Duka LOSC Lille Untuk Bencana di Sumatra dan Aceh

Opsi Lain: Devin Haney atau Penyatuan Gelar Kelas Ringan

Jika duel dengan Benn gagal, nama Devin Haney muncul sebagai kandidat kuat. Haney yang baru saja merebut gelar welter WBO dari Brian Norman Jr juga dikenal sebagai petinju dengan teknik tinggi.

Namun, jika Stevenson memilih untuk tetap di kelas ringan demi menyapu bersih gelar (unification), ada dua nama yang menanti: Abdullah Mason dan Raymond Muratalla.

Abdullah Mason: Juara dunia termuda (21 tahun) pemegang sabuk WBO. Namun, Stevenson harus bergerak cepat karena Joe Cordina sudah mengantre di posisi terdepan.

BACA JUGA :   Forever Young FC, Tim ‘Menolak Tua’, Siap Tampil Solid di JS League 2022

Raymond Muratalla: Juara IBF yang baru saja mengalahkan peraih emas Olimpiade, Andy Cruz. Muratalla diprediksi akan kembali naik ring dalam waktu yang sama dengan Stevenson, membuka peluang terjadinya duel penyatuan gelar.

Nama lain yang tak kalah menarik adalah Gervonta Davis, yang kini menyandang status champion in recess kelas ringan WBA. Namun, Davis kini berstatus terpidana menyusul kasus KDRT dan WBA sudah mencopot sabuk gelarnya.

Shakur Stevenson kini berada di puncak dunia tinju. Apakah ia akan terus naik kelas demi mengejar “uang besar”, atau bertahan untuk mendominasi kelas ringan? Dunia menunggu langkah sang raja baru empat divisi ini.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Tega, Uang Tabungan Umroh Karyawan Dikuras Habis untuk Louis Vuitton dan Mobil, Dokter FM Desak Hakim Vonis Berat Pelaku

INTERAKINDO.COM – Luka mendalam tengah dirasakan dokter FM. Dana perusahaan senilai miliaran rupiah yang selama ini ditabung untuk kesejahteraan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img