INTERAKINDO.COM – Bintang tinju dunia, Gervonta ‘Tank’ Davis, akhirnya dibebaskan dengan jaminan hanya beberapa jam setelah ditangkap oleh Gugus Tugas Pemburu Buronan US Marshals dan Kepolisian Miami Gardens. Penangkapan ini mengakhiri aksi pengejaran selama dua pekan sejak 14 Januari lalu.
Davis ditemukan di Design District, Miami, dan sempat mendekam di Fasilitas Pemasyarakatan Turner Guilford Knight sebelum membayar jaminan sebesar $8.500 (sekitar Rp134 juta).
Kronologi dan Tuduhan Berat
Petinju kelas ringan ini ditangkap atas tuduhan serius yang bermula dari perselisihan dengan mantan kekasihnya. Davis dituduh melakukan penganiayaan, penyekapan, hingga percobaan penculikan. Dalam laporan yang beredar, ia diduga menjambak rambut dan mencekik leher korban sebelum mencoba memaksanya masuk ke dalam kendaraan.
Meskipun kini menghirup udara bebas, Davis dikenakan pembatasan perjalanan yang ketat dan dilarang keras menghubungi korban. Di sisi lain, sang korban juga melayangkan gugatan perdata dengan tuntutan ganti rugi lebih dari $50.000.
Pembelaan Pengacara: ‘Davis Adalah Korban’
Menanggapi hal tersebut, pengacara Davis, Simon Steckel, memberikan pernyataan mengejutkan. “Gervonta Davis sebenarnya adalah korban di sini. Saya akan membuktikan narasi mengejutkan ini di pengadilan. Kasus ini akan mengungkap tingkat kriminalitas (dari pihak lain) yang akan terus dibicarakan lama setelah tuduhan ini selesai,” tegas Steckel.
Nasib Karier: Gelar Dicopot, Laga Batal
Secara profesional, karier Davis kini berada di titik nadir. Asosiasi Tinju Dunia (WBA) secara resmi telah mencopot gelar juara kelas ringannya dan menetapkannya sebagai “champion in recess” (juara non-aktif) karena masalah hukum yang berat dan ketidakhadirannya di atas ring.
Davis belum bertarung lagi sejak hasil imbang kontroversial melawan Lamont Roach Jr. pada Maret 2025. Bahkan, laga eksibisi yang sangat dinantikan melawan Jake Paul terpaksa dibatalkan akibat tuntutan hukum ini. Para promotor kini ragu untuk menjadwalkan pertandingannya karena risiko jadwal pengadilan dan larangan perjalanan.
Masa Depan dan Tantangan Teofimo Lopez
Jika masalah hukumnya selesai, Davis diprediksi akan mengincar ‘Super Fight’ pada akhir 2026 melawan pemenang duel Teofimo Lopez vs. Shakur Stevenson. Untuk merebut kembali posisinya, Davis ditantang untuk melawan petinju terbaik—hal yang selama ini sering dikritik karena jarang ia lakukan.
Teofimo Lopez pun turut menyindir situasi Davis. “Dia hanya perlu membuang harga diri dan egonya. Fokus pada bisnis saja, bro. Jika Anda benar-benar ingin melawan kami, begitulah cara mewujudkannya. Kita semua ingin saling bertarung di atas ring,” tuntas Lopez.***



