Senegal sukses meraih glar Juara Piala Afrika 2025, usai mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0, dalam laga final yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1) dini hari WIB.
Gol kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Gueye menit ke-94 babak perpanjangan waktu. Gelandang yang bermain untuk klub Villarreal itu, sukses memanfaatkan skema serangan balik cepat yang tak mampu dibendung lini pertahanan Maroko.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak menit awal. Maroko coba meraih elar kontinental pertama mereka dalam 50 tahun terakhir, sementara Senegal berusaha merebut kembali gelar yang pertama kali mereka raih pada tahun 2021 lalu.
Senegal memulai babak pertama dengan lebih baik, mengendalikan tempo dan menciptakan peluang yang lebih jelas. Kiper Maroko, Yassine Bounou, langsung dibuat repot dengan melakukan dua penyelamatan penting untuk menepis sundulan Gueye dari sepak pojok dan menggagalkan peluang Iliman Ndiaye.
Peluang terbaik tuan rumah di babak pertama datang lima menit sebelum jeda. Nayef Aguerd gagal menyambut umpan silang Abdessamad Ezzalzouli yang melintas di depan gawang.
Usai jeda, Maroko muncul dengan semangat baru. Ayoub El Kaabi mendapatkan peluang emas ketika Bilal El Khannouss memberikan umpan terobosan yang membelah pertahanan Senegal, tetapi penyerang tersebut tidak mampu mengarahkan tembakannya ke gawang.
Senegal hampir mencetak gol di akhir waktu normal. Pada menit ke-89, pemain pengganti Ibrahim Mbaye melepaskan tendangan melengkung ke arah sudut jauh, namun Bounou kembali melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.
Jelang akhir waktu normal drama terjadi. Maroko mendapatkan penalti setelah wasit menilai ada pelanggaran terhadap Brahim Diaz lewat tayangan VAR. Keputusan itu membuat kubu Senegal protes keras hingga pelatih Pape Thiaw menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan.
Setelah tertunda sekitar 20 menit, Senegal akhirnya mau melanjutkan pertandingan. Namun, Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor gagal melaksanakan tugasnya, laga pun terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Gol kemenangan Senegal akhirnya tercipta pada menit ke-94. Berawal dari serangan balik cepat, Idrissa Gueye dari sisi kanan memberikan bola kepada Pape Gueye yang melakukan solo run dari sisi kiri. Gueye kemudian melepaskan sepakan kaki kiri yang menjebol gawang Maroko.
Senegal pun berhasil mengamankan keunggulan mereka dan sukses meriah gelar Piala Afrika Kedua dalam sejarah.



