INTERAKINDO.COM – Pekan ini menjadi periode yang sangat bergejolak bagi Real Madrid. Hanya berselang 24 jam setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, publik Santiago Bernabeu kembali dihantam berita mengejutkan: Xabi Alonso resmi mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala.
Langkah ini dilaporkan merupakan kesepakatan bersama antara pihak klub dan Alonso. Sebagai langkah darurat, Alvaro Arbeloa ditunjuk untuk memimpin tim dalam laga Copa del Rey pada 14 Januari hari ini, dan akan tetap menjabat hingga pelatih permanen diumumkan.
Nasib Arbeloa bisa saja berubah dari pelatih interim menjadi permanen jika ia mampu memberikan hasil manis, dimulai dari laga Piala Raja hingga duel melawan Levante akhir pekan nanti.
Life Must Go On: Pergerakan di Bursa Transfer
Meski tim utama sedang diguncang masalah kursi kepelatihan, manajemen Los Blancos tetap bergerak di bursa transfer Januari. Fokus mereka kali ini bukan pada nama bintang besar, melainkan memperkuat masa depan tim melalui Real Madrid Castilla (tim Cadangan Madrid)
Merekrut ‘Mutiara’ dari Real Valladolid
Pakar transfer MARCA, Matteo Moretto, melaporkan bahwa Real Madrid resmi mendatangkan striker muda berusia 18 tahun, Adrian Arnu, dari klub kasta kedua, Real Valladolid.
Arnu bergabung dengan status pinjaman hingga akhir musim dengan opsi kontrak permanen jika ia mampu tampil mengesankan.
Meskipun Arnu kurang mendapatkan menit bermain di tim utama Valladolid musim ini, pemandu bakat Real Madrid melihat potensi besar dalam diri sang striker.
Kedatangan Arnu di Valdebebas (sebutan untuk kompleks pelatihan dan pusat olahraga Madrid)
jadi yang kedua menyusul Guille Gonzalez, bek berbakat berusia 17 tahun dari Cadiz yang sudah lebih dulu didatangkan pada awal Januari.
Wajah Baru di Castilla
Karena Arbeloa dipromosikan ke tim utama untuk menggantikan Alonso, posisi pelatih Real Madrid Castilla kini diambil alih oleh Julian Lopez de Lerma. Di bawah asuhan Lopez de Lerma, Arnu diharapkan bisa menyusul kesuksesan para lulusan akademi lainnya.
Strategi Madrid untuk mematangkan pemain muda terbukti ampuh. Hal ini terlihat saat mereka melumat Real Betis 5-1 di awal musim, di mana semua pencetak gol berasal dari akademi, termasuk sang pahlawan hat-trick, Gonzalo Garcia.
Meski kursi pelatih utama sedang “panas”, mesin penghasil bintang masa depan Madrid tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti bekerja.***



