Sabtu, April 13, 2024

Hari Dokter Nasional & Tantangan yang Masih Mengadang

Must Read

JAKARTA, interakindo.com — Hari Dokter Nasional diperingati pada hari ini, Minggu (24/10). Hari Dokter Nasional tahun ini merupakan kali kedua diperingati pada masa pandemi virus corona.

Pada masa pandemi ini, dokter dan tenaga medis memegang peranan paling penting dalam penanganan pasien yang terpapar Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, dalam rangka Hari Dokter Nasional, IDI berharap semua dokter di Indonesia berkomitmen pada pengabdian terhadap kemanusiaan.

“Diharapkan semua dokter Indonesia tetap komitmen pada jati dirinya sebagai pengabdi pada kemanusiaan dan sebagai pejuang kebangsaan sejak lahirnya,” ujar Daeng saat dihubungi Kompas.com.

BACA JUGA :   Setelah Pandemi, Kebun Raya Bogor Gelar Shalat Idul Ftri 144H, Sabtu (22/4), Perhatikan Tempat Parkir dan Pintu Masuknya

Tantangan saat ini, lanjut dia, banyaknya daerah terpencil yang belum mendapatkan pelayanan dokter. Menurut dia, dokter-dokter di daerah terpencil merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan.

“Tindakan ini masih perlu diperhatikan baik kesejahteraannya, keamanan, dan keselamatannya,” lanjut dia.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi mengatakan, ada dua hal yang saat ini dihadapi profesi dokter di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dua hal itu adalah tantangan dan keterbatasan. Untuk tantangan, Adib mengatakan, saat ini dokter tengah menghadapi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks.

“Disrupsi pelayanan kesehatan yang diakibatkan krisis pascapandemi, transformasi digital, liberalisasi jasa kesehatan,” ujar Adib.

BACA JUGA :   Masa Tunggu Haji Malaysia Bisa 141 Tahun, Indonesia 43 Tahun

Sementara, terkait keterbatasan, baik internal maupun eksternal, IDI diharapkan bisa mempersiapkan organisasi dan anggotanya serta akselerasi regulasi dari pemerintah yang harus dioptimalkan.

Ia berharap, ada peningkatan sense of urgency para anggota IDI dan tranformasi organisasi profesi.

Selain itu, diharapkan adanya upaya-upaya seperti Reevaluate value, Reconnect, Rebuild business program, dan Reimagine yang berkesinambungan.

“Dalam hal ini, IDI melakukan upaya internal yaitu Reavaluate value (teknologi digital disuntikkan dalam setiap aktivitas organisasi untuk meningkatkan value/manfaat besar bagi anggota),” ujar Adib.

Upaya Reconnect dilakukan dengan semua stakeholder termasuk memosisikan menjadi mitra strategis pemerintah.

BACA JUGA :   Peringati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2022, Ini Permintaan Menkes kepada Masyarakat

Untuk Rebuild business, terkait program organisasi menuju kemandirian organisasi. Sedangkan Reimagine diperlukan untuk memperkokoh branding yakni branding identitas dan branding image.

Hari Dokter Nasional pertama kali disepakati saat Muktamar IDI yang terselenggara di Ujung Pandang 22-27 Oktober 1994. Ketua IDI saat itu, Agus Purwadianto, menegaskan, Muktamar memutuskan peringatan Hari Dokter Nasional setiap 24 Oktober.

Dicetuskannya Hari Dokter Nasional ini juga bertepatan dengan berdirinya IDI yang dinilai sebagai organisasi profesi kedokteran di mana para pemimpin dan anggotanya hanya dokter Indonesia dan tidak ada lagi dokter asing (Belanda).

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Tim Elang Muara Polsek Cambai dan Tim Gurita Polres Prabumulih Jemput dan Langsung Amankan Pelaku Pembacokan

BACOK : Tim Elang Muara Polsek Cambai meringkus pelaku pembacokan korban hingga meninggal dunia, Doni, 28 tahun, Rabu. Foto...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img